Tiktok Sebagai Sasaran Strategi Marketing di 2020? | SevenAds

Salah satu platform media sosial yang sedang hitz yakni tiktok dan tidak ingin dilabelkan nama sebagai sosial media ini sedang digandrungi dari berbagai kalangan dan salah satu tempat strategi digital marketing untuk para online shop menjajakan jualannya disini. Konten di Tiktok yang mempunyai kriteria tentang story-telling ini membuat banyak masyarakat di seluruh belahan dunia menyukainya. Melalui video berdurasi kurang lebih 15-60 detik. Semua orang bisa membuat cerita melalui video pendek tersebut.

TikTok memang platform yang masih terbilang muda. Namun banyak juga yang mempertanyakan. apakah TikTok dapat efektif mendukung upaya marketing yang dijalankan brand?

Menurut Social Reports, pengguna TikTok saat ini mencapai lebih dari 500 juta, dan hal ini berarti pengguna TikTok lebih besar dibandingkan Twitter dan Pinterest. Melihat banyaknya pengguna TikTok, maka brand dapat memaksimalkan potensi mereka untuk mencuri perhatian audiens.

Salah satu hal penting yang harus diperhatikan ketika menjalanklan kampanye melalui Tiktok ini adalah mengetahui secara pasti demografi dari para penggunanya. TikTok sendiri paling banyak digunakan oleh masyarakat dengan rentang usia antara 16-24 tahun. Jika, brand cenderung ingin menargetkan audiens yang masih muda, maka menggunakan media sosial ini akan membantu mencapai berbagai objektif. 

Nah, berikut ini beberapa hal yang cocok untuk disajikan brand melalui mediA Tiktok!

Hastag Challenge 

Melalui hastag yang ada di Tiktok menandakan bahwa tantangan atau chalange merupakan fitur yang paling banyak diikuti oleh para pengguna Tiktok. Hal ini sangat berguna untuk membuat sebuah hastag yang mudah dicari dan diingat oleh masyarakat.

Salah satu contohnya hastag yang selalu dipakai seperti #FYP Atau #FYPIndonesia merupakan salah satu hastag yang selalu digunakan oleh pengguna Tiktok. 

Ketika brand membuat sebuah challenge dan mengandung hashtag di dalamnya, brand dapat berkolaborasi dengan para influencer untuk memulainya agar hashtag tersebut dapat lebih terlihat oleh masyarakat, sehingga banyak pengguna yang tertarik untuk mengikutinya dan membuat nama brand menjadi lebih cepat dikenal oleh masyarakat luas.

 User Generated Content 

Seperti yang diungkapkan di atas, banyak pengguna TikTok memiliki rentang usia antara 16 sampai 24 tahun atau yang termasuk dalam generasi Z. Target audiens ini senang dengan pengalaman-pengalaman yang membuat mereka perlu terjun langsung di dalamnya. Karena itu, ketika brand membuat user-generated content maka akan dapat membantu mereka dalam beberapa aspek perkembangan bisnis.

Serta brand dapat mendorong para pelanggannya untuk tertarik share video di akun pribadi mereka atau membuat audiens dapat berinteraksi dengan suatu produk, maka potensi mereka untuk mau membeli dan menggunakannya menjadi lebih tinggi.

Influencer Marketing

Platform media sosial berbasis video terbukti ampuh untuk mencapai objektif suatu brand ketika bekerja sama dengan influencer. Begitu pula dengan TikTok. Jika produk yang ditawarkan cocok dengan audiens dari para influencer, maka kampanye influencer marketing dengan TikTok memiliki potensi untuk mencapai kesuksesan. Namun satu syarat yang perlu diingat bahwa, biarkan influencer yang membuat konten tersebut, karena mereka pula yang paling mengenal para audiensnya. Dengan begitu konten yang disajikan jadi bersifat autentik dan lebih dipercaya oleh audiens.

Kalian masih tidak tertarik mempromosikan jualan kalian melalui platform Tiktok? Yuk, cobain sekarang agar meningkatkan jualan kalian.

%d bloggers like this: