Serupa Tapi Tak Sama! Inilah Perbedaan Reseller Dengan Dropshiper | SevenAds

Masa pandemi membuat masyarakat memutar otak untuk mendapatkan pemasukan tambahan dengan banyak cara, salah satunya menggunakan media digital atau online.

Jangan Belanja Online kalau... Halaman all - Kompasiana.com

Tidak sedikit yang membuka bisnis-bisnis baru di media sosial ataupun marketplace dengan menjual berbagai macam produk seperti makanan, minuman, pakaian, hingga produk elektronik.

Mulailah banyak reseller dan dropshiper yang tersebar di berbagai penjuru kota, tapi tahukah kamu perbedaan dari reseller dengan dropshiper?

Berikut merupakan penjelasan mengenai perbedaan Reseller dengan Dropshiper!

Bedanya reseller dan dropshipper bisa dilihat dari cara kerja mereka. Reseller itu bisa dibilang mirip-mirip dengan pedagang. Mereka harus lebih dulu membeli barang sebelum menjualnya ke konsumen.

Reseller memperoleh barang dari supplier atau distributor. Setelah mendapatkan barang dengan jumlah tertentu, baru reseller menjualnya.

Beda lagi dengan dropshipper. Cara kerja dropshipper adalah menawarkan barang ke konsumen lebih dulu terus kalau dapat order, nantinya diteruskan ke supplier atau distributor. Nantinya supplier atau distributor yang terima order mengirimkan barang ke konsumen.

Setelah mengetahui perbedaaan dari reseller dan dropship, di bawah ini kami akan menjelaskan apa saja keuntungan dari kedua jenis model bisnis tersebut.

Is Profit the Purpose of Business?

Keuntungan Dropship

  1. Tak perlu pusing memikirkan stok produk karena semuanya diurus oleh pemilik produk.
  2. Tak perlu lagi memusingkan urusan pengemasan produk.
  3. Tidak ada kata rugi apabila produk tidak laku terjual.
  4. Bisa bekerja sama dengan banyak supplier sekaligus.
  5. Bebas dari catatan produk dan pembukuan.

Keuntungan Reseller

  1. Bisa menentukan harga jual sendiri.
  2. Bisa menjual langsung kepada teman ataupun di media sosial.
  3. Belajar untuk mengelola keuangan karena produk harus dibeli terlebih dahulu sebelum akhirnya dijual lagi kepada pelanggan.
  4. Tidak akan kena marah oleh pelanggan apabila produk tidak sesuai.
  5. Memahami produk yang dijual karena memegang produk fisiknya bukan hanya melihat dari sebuah gambar atau foto.

Manakah yang lebih untung?

Tentunya lebih untung reseller. Mengapa? Sebab, bisa mendapat barang dengan harga termurah dan mengatur harga jual sekehendaknya. Di situ, mereka mendapat untung yang bisa saja besar.

Lain cerita kalau kamu menjadi dropshipper. Sulit bagi dropshipper mendapat untung sebesar reseller. Pasalnya, order yang diberikan dropshipper masih kalah banyak dengan pembelian reseller.

Karena itu, reseller bisa mendapat harga barang dari supplier lebih murah ketimbang dropshipper. Di sinilah mereka bisa menentukan berapa keuntungan yang pengin didapatnya.

Kamu seorang dropshipper atau reseller? Optimalkan bisnismu tentunya dengan sosial media dan digital marketing yang baik demi meningkatkan ketertarikan audiens terhadap produk kamu. Bingung cara memulainya? Konsultasikan sekarang bersama kami dengan klik di sini

%d bloggers like this: