Trend dan Demand Influencer Marketing di Indonesia | SevenAds

Berkembangnya media sosial kini semakin menuntut inovasi di berbagai bidang, terutama pemasaran. Munculnya berbagai orang-orang baru yang memiliki pengaruh secara luas melalui media sosial atau yang biasa disebut influencer memunculkan metode baru dalam pemasaran. Metode ini disebut influencer marketing yang merupakan cara pemasaran dalam menargetkan calon konsumen melalui media sosial. Mungkin Anda kini banyak melihat influencer yang muncul dari media sosial Instagram bukan? Tapi seiring berjalannya waktu situs media sosial lain yaitu Youtube juga melahirkan banyak influencer secara signifikan. Hal itu didukung oleh semakin meningkatnya pengguna Youtube saat ini. 

Influencer media sosial tentu ada di semua platform media sosial lainnya seperti Twitter, Instagram, dan Snapchat. Menurut Google Trend, Twitter telah dikalahkan oleh Instagram, yang sekarang merupakan jaringan media sosial terpopuler kedua di Indonesia. Diperkirakan, Instagram adalah salah satu potensi besar dan akan menjadi platform influencer marketing yang sangat dicari dengan jangkauan yang sangat luas. Lalu bagaimana tren dan permintaan influencer marketing di Indonesia saat ini?

Cukup banyak pengguna media sosial di Indonesia

Menurut Hootsuite (We Are Social), pengguna media sosial aktif di Indonesia sudah sebanyak 150 juta yang naik 15% atau sekitar 20% dari tahun 2018. Sedangkan 130 juta orang yang menggunakan media sosial secara mobile yang ternyata naik 8,3% atau sekitar 10% dari tahun 2018. Bukan angka yang kecil lagi kan? Hal itu menunjukkan bahwa banyak pengguna media sosial semakin membutuhkan konten yang menarik dan bervariasi dari para influencer.

Youtube sebagai peringkat pertama platforms media sosial yang paling aktif di Indonesia

Menurut survey Hootsuite, platform yang paling banyak digunakan pengguna internet antara lain, Youtube sebanyak 88%, Whatsapp sebanyak 83%, Facebook sebanyak 81%, dan di peringkat terakhir Instagram sebanyak 80%. Hal itu membuktikan bahwa sudah banyak peluang bagi influencer untuk melakukan berbagai kampanyenya, terutama melalui platform media sosial Youtube. Tidak hanya di Indonesia, Menurut sebuah penelitian Google, 70% pelanggan YouTube remaja mengatakan bahwa mereka lebih tertarik dengan YouTuber daripada selebriti tradisional. 

Menonton video adalah konten streaming yang paling banyak dilakukan

Sebagai populasi nomor 4 terbesar di dunia dengan 260 juta orang, Indonesia ternyata lebih memilih untuk menonton video online yaitu sebanyak 98%. Selain itu, mereka melakukan streaming konten TV  sebanyak 50%,  streaming game online sebanyak 46%, live stream game sebanyak 36%, dan menonton turnamen E-sports sebanyak 17%. Hal itu menunjukkan bahwa permintaan para influencer yang menggunakan video untuk berinteraksi dan membuat konten sudah tidak bisa dibilang sedikit lagi. 

Penduduk Indonesia cukup dikendalikan dan berkontribusi pada media sosial

Ternyata 92% pengguna internet aktif terlibat dan dikendalikan oleh media sosial. Kemudian 37% pengguna internet Indonesia menggunakan media sosial untuk keperluan pekerjaan. Mari lihat seberapa sering Anda mengambil keputusan akibat pengaruh dari media sosial? Jika sering, Anda telah dikendalikan oleh media sosial. Bagaimana jika itu terjadi pada setiap pengguna media sosial? Sebuah fakta yang cukup mendukung banyaknya permintaan influencer marketing bukan? 

Audiens iklan di media sosial yang cukup berpotensi


Anda harus tahu, total audiens iklan pada Facebook (pengguna aktif bulanan) yaitu sebesar 130 juta! Sedangkan 62 juta untuk Instagram, 6.43 juta untuk Twitter, dan 3.8 juta untuk Snapchat. Sebuah ceruk pasar yang menarik untuk influencer marketing bukan?

Internet sebagai pendukung keputusan pembelian


Kini, 93% pengguna internet melakukan pencarian informasi produk atau layanan sebelum melakukan pembelian. Selain itu 90% pengguna internet juga mengunjungi toko online melalui web. Dan yang paling menarik lagi, 86% pengguna internet membeli produk atau layanan secara online. Hal itu semakin mempermudah influencer untuk bekerja sama dengan berbagai merek untuk membuat konten. Seperti yang terjadi akhir-akhir ini, banyak influencer yang berbagi produk favorit mereka dan mereka memberikan informasi di e-commerce mana Ia membelinya. 

Instagram yang dipilih oleh banyak influencer

Berdasarkan survei pada Februari 2018 oleh agen pemasaran influencer Activate, 88,9% influencer di seluruh dunia mengatakan bahwa mereka menggunakan Instagram untuk kampanye pemasaran lebih dari yang mereka lakukan setahun yang lalu. Itu artinya penggunaan Instagram untuk media bagi influencer semakin meningkat. Selain itu, Instagram Stories adalah cara paling populer yang digunakan untuk kampanye yang disponsori oleh beberapa merek. Tentu, Anda sudah melihat bagaimana sekarang Instagram Stories banyak dimanfaatkan untuk membuat konten oleh para influencer bukan?

Dengan begitu banyak perkembangan platform digital dan teknologi di Indonesia, diiringi dengan dengan konsumen yang semakin cerdas tentang bagaimana mereka menghabiskan waktu mereka, tentu pemasar harus berinovasi secara digital agar tetap bisa bersaing dengan berbagai perubahan, terutama pada bidang digital marketing. Jadi, apakah Anda siap untuk terjun mendalami influencer marketing untuk bisnis Anda?

%d bloggers like this: