Pentingnya Personal Branding untuk Pengembangan Karir Kamu | SevenAds

Serupa dengan produk atau perusahaan, individu juga membutuhkan citra yang melekat pada dirinya. Manfaat dari citra ini bermacam-macam, diantaranya untuk pengembangan karier, menyokong reputasi brand yang dimiliki, hingga menjadi duta. 

Saat melamar pekerjaan, tidak jarang HR perusahaan melihat media sosial pelamar untuk mencari tahu lebih dalam. Selain itu, para pebisnis yang berkutik di media sosial juga tidak hanya memasarkan produk mereka, melainkan membangun reputasi diri mereka sendiri yang sejalan dengan value bisnis yang dimiliki.

Sumber gambar: 99designs

Seorang duta yang bertujuan untuk mengkomunikasikan kampanye juga tidak lepas dari citra yang melekat pada dirinya. Citra ini berkaitan erat dengan personal branding, yaitu proses mengenalkan dan memasarkan diri pada publik untuk tujuan tertentu. Bagaimana kita ingin dikenal? adalah pertanyaan pertama yang harus dijawab sebelum memulai personal branding. 

Pembentukan citra bukan berarti berbohong atau munafik. Tapi, kita memilih sisi positif mana yang ingin kita tampilkan di hadapan khalayak umum. Dalam prosesnya, sisi positif ini yang harus terus menerus dikembangkan. Yuk, simak langkah-langkah di bawah ini untuk membangun personal branding!

Baca juga: Usaha Sampingan yang Cocok untuk 2021

Tetapkan tujuan 

Memulai sesuatu tentunya harus diawali dengan tujuan. Apabila sudah menetapkan tujuan, tentu akan lebih mudah mengatur langkah selanjutnya. Selain itu, tujuan juga dapat membantu kita mencari referensi yang dapat dicontoh.

Berkaca pada orang lain

Berkaca bukan berarti meniru. Saat ini, banyak sekali pengusaha, CEO, artis, hingga pejabat publik yang memiliki akun media sosial dan aktif menunjukan kegiatan serta cerita keseharian mereka. Hal ini tentu berperan besar dalam pembentukan citra mereka. Nah, pengalaman mereka dapat menjadi referensi untuk kita.

Sumber gambar: shutterstock

Fokus

Sebaiknya, mulailah dengan satu fokus sisi yang ingin kita tunjukan. Manusia memang memiliki banyak sisi positif. Namun, fokus terhadap satu sisi akan memberikan kita ruang untuk memaksimalkan sisi tersebut. Apabila fokus yang kita harapkan sudah terpancar, audiens kita juga akan semakin mengenal kita dan citra diri yang kita miliki juga semakin melekat.

Jadi diri sendiri

Meskipun banyak orang yang dapat dicontoh, pada akhirnya kita harus kembali pada diri sendiri. Setiap orang memiliki keunikan masing-masing. Dalam personal branding, keunikan itu akan menjadi ciri khas yang melekat  kemanapun kita pergi.

Sumber gambar: swaragamatc

Tunjukan kelayakan

Meskipun menjadi diri sendiri, alangkah baiknya kita tidak bersikap senonoh. “Layak” bukan berarti berpakaian formal dan rapi. Tapi, bagaimana kelayakan yang harus dibangun dapat kembali pada tujuan yang sudah ditetapkan di awal. Mulailah dengan pertanyaan, apakah kita pantas melakukan A jika kita ingin dipandang sebagai B?

Konsisten

Agar dapat memiliki citra yang pakem, kita harus melakukan personal branding dengan konsisten. Branding itu sendiri tidak akan terbentuk apabila hanya satu kali atau dua kali kita menunjukkannya. Makanya, penting sekali untuk menjadi diri sendiri dalam melakukan personal branding, agar tidak merasa terbebani. 

Maintenance

Langkah terakhir yang dilakukan adalah menjaga apa yang telah kita bangun. Seperti bangunan yang perlu dijaga perawatannya dengan pembersihan rutin, personal branding juga demikian. Salah satu caranya adalah dengan tidak merusak branding kita, yaitu dengan selalu bersikap baik dan tidak berperilaku yang menyakiti orang lain.

Sumber gambar: evelynsalvador.com

Setelah menyimak pembahasan diatas, pertanyaan selanjutnya, kapankah kamu ingin memulai? Semangat ya!

%d bloggers like this: