Pentingnya Personal Branding Influencer untuk Bisnis! | SevenAds

Banyak hal yang dipertimbangkan sebelum menentukan influencer atau key opinion leader (KOL) yang sesuai dengan produk kita. Hal-hal umum yang biasanya diperhatikan adalah jumlah pengikut dan engagement akun media sosial terkait. Selain hal-hal tersebut, ada baiknya kita juga memperhatikan personal branding yang dapat membuat kita mengenal figur lebih dalam. Mengapa kita butuh lebih jeli dalam menilai influencer atau KOL tujuan kita? Selain memastikan bahwa figur tersebut tidak bertentangan dengan “nilai” yang sejalan pada produk, kita juga dapat melebarkan strategi pemasaran yang sebelumnya sudah dibentuk, lho! Kira-kira apa saja ya yang perlu diperhatikan?

1. Prinsip

Prinsip hidup seorang manusia memang tidak mungkin terlihat seutuhnya dalam internet. Tapi, dari kegiatan yang mereka lakukan dan tidak lakukan di akun media sosial, kita dapat menilai sedikit prinsip yang mereka tunjukan. Contohnya, ada influencer yang tidak ingin membicarakan isu politik dan pandemi di media sosial, namun ada juga yang justru berkoar-koar tentang isu tersebut. Hal ini dapat menuntun kita untuk lebih berhati-hati jika ingin bekerjasama. Selain itu, ada juga orang yang tidak ingin menampilkan anak mereka di media sosial. Jika kita mengetahui hal tersebut, tentu kita tahu apa kiranya prinsip yang dipegang dan bagaimana kita harus berperilaku.

Sumber: co2partners

Baca juga: Warning: Perhatikan Hal Ini Ketika Menggaet Influencer ke Bisnis Kamu!

2. Concern

Dalam konteks ini, concern yang dimaksud adalah isu atau topik yang menjadi keresahan seseorang. Misalnya, gaya hidup sehat, pendidikan, lingkungan, dan sebagainya. Banyak public figure yang menunjukan concern-nya. Concern tersebut juga tidak melulu berkaitan dengan bidang pekerjaannya. Misalnya, ada lho beauty influencer yang juga peduli dengan isu pendidikan. Selain itu, ada juga mom influencer yang peduli dengan isu isu lingkungan. Dengan mengetahui concern ini, kita bisa lebih mengenal KOL yang ingin kita ajak kerjasama. Siapa tahu, kita bisa mengembangkan isi konten atau ngajak kolaborasi?

Sumber: highsnobiety

3. Daily lives

Keseharian influencer atau KOL yang ingin diajak kerjasama juga dapat membantu kita mengembangkan materi pemasaran. Misalnya, karena kita tahu bahwa orang tertentu memiliki hobi lebih dari satu, kita bisa mencari kemungkinan bahwa produk yang kita pasarkan muncul di banyak kegiatan. Hal ini tentu dapat kita nilai dari kegiatan sehari-hari yang ditunjukan influencer di akun Instagram.

Sumber: eatsleepcycle

4. Inner Circle

Teman-temannya! Tidak jarang, influencer yang ingin kita tuju bergaul dengan sesama influencer. Satu circle itu juga memiliki target pasar yang serupa dan sekaligus beragam. Pasti ada pengikut yang “update” dengan kegiatan satu grup pertemanan itu. Tapi, sebagai individu, tentunya masing-masing influencer juga punya pengikutnya sendiri. Selain itu, pasar yang dijangkau bisa lebih luas juga, kan?

Sumber: vanityfair


Nah, banyak lho yang bisa kita nilai dari influencer untuk mengembangkan bisnis kita! Kamu ingin membuat strategi influencer marketing-mu? Yuk, konsultasikan dengan kami disini!

%d bloggers like this: