Mungkinkah Rebranding Gagal? | SevenAds

Sebuah brand acapkali memiliki berbagai alasan untuk melakukan rebranding. Sebelumnya, apa sih re-branding itu? Rebranding merupakan suatu proses menciptakan nama baru, istilah, simbol, desain, atau suatu kombinasi dari kesemuanya untuk satu brand yang tidak dapat dipungkiri bertujuan untuk mengembangkan diferensiasi posisi di dalam pikiran stakeholders dan pesaing. 

Melakukan rebranding, sama halnya dengan mengevaluasi value, attributes, brand promises, hingga color schemes, dan logo dari sebuah brand. 

Namun, disamping dari keampuhan branding bagi sebuah brand, rebranding cukup rumit untuk dijalani dan memiliki resiko yang sangat besar. Mengapa demikian? karena rebranding yang pada dasarnya berkaitan dengan identitas berperan sangat penting. Terlebih sebuah logo, sebagai wajah yang semestinya diingat oleh audiens.                                                             

Rebranding, jika dilakukan dengan benar jelas akan membantu sebuah bisnis untuk lebih menyesuaikan diri dengan target audiens nya dan memiliki pengaruh yang baik terkait relasi dengan konsumen, merangkul arah baru, membangun dukungan konsumen, dan mendorong peningkatan penjualan.

Namun, bukan berarti rebranding sudah pasti berhasil. Banyak diantara brand yang telah mengeluarkan waktu, membangun ekuitas merek yang serius, dengan budget yang besar untuk melakukan rebranding, namun berakhir gagal. Hal ini dapat berdampak besar dalam urusan waktu, uang, hingga hilangnya aliansi konsumen sehingga menyebabkan keuntungan yang turun. 

Mari kita lihat beberapa kasus di mana rebranding menjadi sangat gagal oleh beberapa brand:

Baca juga: Seberapa Pentingkah Konten Marketing Dalam Digital Marketing?

TROPICANA

Pada 9 Januari 2009, merek yang sangat terkenal dalam menjual jus buah di seluruh dunia memutuskan untuk mengganti desain kemasan yang ada desain kemasan baru ini ditolak dan dikritik oleh sebagian besar konsumen Tropicana. Peluncuran kemasan baru ini memang gagal sehingga Tropicana harus melepasnya untuk kembali ke versi kemasan aslinya.

PEPSI

Pepsi telah melakukan rebranding sebanyak 11 kali. Sejak tahun 1898 Pepsi terus melakukan pencarian identitas terbaiknya untuk merepresentasikan perusahaan nya. Pada tahun 2009, Pepsi kembali meluncurkan logo baru yang kemudian menimbulkan banyak kritik dan komen negatif dari para konsumen nya. 

Pada akhirnya, logo ini dikabarkan menelan biaya $ 1 juta bagi Pepsi, belum termasuk biaya rebranding setiap kaleng, truk, brand aset di seluruh dunia.

Nyatanya, besar atau tidak nya budget yang dimiliki untuk melakukan sebuah rebranding tidak menjamin bahwa rebranding akan berhasil dan memiliki feedback yang luar biasa. 

Rebranding sangat tricky, bisa menjadikan brand lebih baik dari segi penjualan maupun relasi ke konsumen atau justru sebaliknya. Konsumen memiliki suatu ikatan emosional terhadap sebuah logo, apapun perubahan yang dilakukan dapat memberikan efek pada loyalitas konsumen. 

Ingin memiliki brand dan strategi pemasaran agar tertuju sesuai dengan target pasar anda? Konsultasikan disini.

%d bloggers like this: