Menyertakan Prosumer untuk Marketing? Why Not! | SevenAds

Semakin canggih teknologi, semakin banyak media sosial, semakin kreatif pula manusia. Seringnya, kreativitas tersebut digunakan untuk menyalurkan minat dan bakat. Tapi, di dunia marketing, kreativitas sesederhana apapun dapat dimanfaatkan, lho!

Kalian akrab nggak sih sama istilah prosumer? Yup, prosumer itu berasal dari dua kata, yaitu: producer dan consumer. Artinya, ada dua peran yang dijalankan oleh satu peran, yaitu: penghasil dan pengguna. Prosumer adalah istilah yang ditujukan kepada orang-orang yang mengonsumsi barang/jasa dan kemudian menghasilkan sesuatu dari konsumsi tersebut. 

Sumber gambar: LinkedIn Jurandir Siqueira

Hasil dari konsumsi itu bukan semata-mata sesuatu yang dikonsumsi sendiri, melainkan bentuk produksi yang artinya memiliki “nilai” baru untuk masuk ke dalam rantai transaksi. Zaman sekarang, tentu sudah banyak prosumer yang berkeliaran di platform media sosial. Vlogger? Influencer? Selebgram? TikTok Influencer? You name it. Seorang pebisnis dapat memasukan produk dan jasa yang dijual melalui platform apa saja dengan bantuan prosumer.

Apa saja sih manfaat kerjasama antara bisnis dengan prosumer

1. Testimoni langsung

Dengan bekerja sama dengan prosumer, kita dapat melihat secara langsung bagaimana produk digunakan dan diaplikasikan. Testimoni langsung juga berguna untuk mengetahui pendapat pembuat konten terhadap produk kita.

Baca juga: Influencer dan KOL, Apa Sih Bedanya?

2. Key Opinion Leader

KOL adalah orang yang ahli dalam suatu bidang tertentu dan dipercaya oleh segmen masyarakat secara khusus.  KOL tidak hanya dapat memasarkan produk untuk meningkatkan penjualan bisnis, namun juga menunjukan cara pemakaian dan testimoni suatu produk. Siapa tahu, jualan bisnis kamu bisa viral!

Sumber: Bastion Communication

3. Media yang beragam

Prosumer tersebar di berbagai media sosial. Hal ini memudahkan bisnis untuk menembakkan produk mereka kepada target pasar yang diinginkan. Selain itu, jenis media yang beragam juga berarti kamu dapat memasarkan produk dengan bentuk konten yang bervariasi.

Sumber: cgtrader

4. Feedback

Tidak hanya mengetahui pendapat prosumer, ruang interaksi yang ada di media juga bisa membuat kita mendapat feedback dari akun-akun lain. Apalagi, biasanya prosumer yang handal sudah dipercaya oleh kelompok pasar yang menggemari produk tertentu. 

%d bloggers like this: