Menjawab Tantangan Lingkungan, Bisnis Sustainable Fashion Semakin Marak! | SevenAds

Climate change is HERE! 

Yup, kita tidak bisa lagi beranggapan bahwa tujuan dari menjaga bumi adalah untuk masa depan. Karena detik ini juga, pemanasan global sedang terjadi dan semakin parah setiap detiknya. Salah satu industri yang sudah bergerak dalam merespon fenomena ini adalah fashion. Menurut PBB, industri fashion menghasilkan 20 persen limbah air dan 10 persen emisi karbon global. Angka ini lebih besar dari limbah yang dihasilkan oleh seluruh penerbangan dan pengiriman maritim. Hal ini disebabkan karena budaya fast fashion yang selama ini dijalankan oleh industri tersebut. Fast fashion adalah konsep yang mengacu pada proses produksi yang cepat pada industri tekstil untuk terus memenuhi kebutuhan tren baru. 

Bayangkan saja, berapa banyak baju yang dihasilkan setiap tahunnya kalau setiap musim mengeluarkan tren baru? Pasti banyak banget!

Sumber gambar: northshoremercury

Demi meminimalisir dampak industri fashion terhadap lingkungan, yuk kita simak langkah-langkah yang dijalankan pada bisnis sustainable fashion!!

1. Produksi sesuai pesanan

Poin yang paling membedakan sustainable fashion dan fast fashion adalah produksinya. Kuncinya adalah mendorong agar masyarakat hanya memiliki pakaian yang benar-benar mereka butuhkan, tidak hanya memenuhi lemari. Oleh karena itu, beberapa usaha menyiasati ini dengan menerapkan sistem produksi sesuai pesanan. Langkah ini juga membantu industri agar pakaian tidak menumpuk di toko.

2. Thriftinggg!

Apakah kamu terpikir untuk menjual pakaian bekasmu? Kalau belum, inilah saatnya! Pakaian yang masih layak pakai tapi sudah kekecilan atau tidak menarik lagi bagimu mungkin sudah saatnya menjadi penghuni lemari orang lain. Langkah ini merupakan salah satu bentuk sustainable fashion karena pakaian tidak dibuang, melainkan dipakai oleh orang lain.

Sumber gambar: Fashionista

3. Desain ulang

Pernahkah kalian ke toko pakaian yang bisa mendesain ulang pakaian lama? Yes, that’s what we’re talking about! Sekarang, banyak toko pakaian yang menawarkan jasa desain ulang dari pakaian kita yang lama. Bahkan, barang baru yang diajukan dapat berbeda dari apa yang kita berikan di awal. Misalnya, kamu dapat membawa beberapa celana jeans bekas untuk dijadikan tote bag. 

Baca juga: Strategi Marketing Bisnis Melalui Instagram Yang Harus Kamu Lakukan di Tahun 2021!

4. Tempat sewa pakaian

Bisnis fashion tidak hanya tentang jual-beli, tapi juga sewa. Banyak jenis pakaian yang dapat disewa, misalnya baju pesta. Jadi, kamu tidak perlu lagi membeli pakaian untuk satu acara saja. 

Sumber gambar: greenbiz

5. Model tahan lama

Gaya busana yang tahan lama juga merupakan salah satu bentuk sustainable fashion, lho! Misalnya, pakaian-pakaian polos yang bisa dipakai untuk hangout, sekaligus bekerja. Jadi, orang nggak perlu punya banyak baju!

Sumber gambar: whowhatwear

Kamu tertarik untuk ambil bagian dari bisnis sustainable fashion, kah? Jangan takut atau ragu untuk memulai ya! Good luck!

%d bloggers like this: