Membuat Strategi Sebelum Melakukan Kegiatan Content Marketing | SevenAds

Sebelum memulai kegiatan content marketing, hal yang perlu diperhatikan oleh marketers adalah membuat strategi kontennya. Alasannya, karena konten dalam kegiatan content marketing adalah elemen utama yang mesti ditayangkan secara konsisten, dan fokus pada pesan yang relevan dan bernilai buat audiens yang disasar.

Nah karena itu konsep perlu dibuat secara matang dan penuh perhatian agar konten yang disajikan disukai oleh sasaran audiens dan akhirnya bisa membantu brand terkait jadi lebih dekat dengan mereka.

Strategi yang terutama saat ingin melakukan kegiatan content marketing adalah adalah mengidentifikasi minat atau kepentingan serta kebutuhan dari audiens yang disasar. Kamu juga harus belajar memahami karakteristik audiens dalam merancang konsep konten yang relevan dan bernilai, serta memandu konten yang akan dibuat agar konsisten, mulai dari topik, jenis konten, bahkan gaya bahasanya.

Jadi bagaimana ya langkah awal untuk menyusun strategi agar content marketing kita berhasil dan efektif?

Tahapan Dalam Menyusun Strategi

1. Menentukan tema besar

Pada tahap ini, kamu perlu mencari tahu, apa tema besar untuk seluruh konten yang akan dibuat, agar konten memiliki fokus bahasan dan tidak “lari” dari inti yang sudah dibentuk.

Untuk menentukan tema besar kamu dapat mengidentifikasikan nama brand/produk, channel yang akan digunakan, target audiens, fokus masalah konten, hasil yang diharapkan, dan solusi yang ditawarkan dari konten yang kamu buat.

Dari mengidentifikasikan hal tersebut kita dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan konten yang kita buat sehingga memudahkan kita untuk mengetahui apakah konten marketing yang kita buat sudah efektif dan tepat sasaran atau belum.

2. Menentukan pilar konten

Tahapan berikut ini adalah penentuan kategori-kategori konten utama yang diurai dari tema besar yang telah ditentukan. Hal ini akan mempermudah marketers memasikan konten yang mereka sajikan konsisten mendukung tema besar tadi.

konten pilar adalah dasar, di mana sebuah cluster topik dibangun. Konten pilar mencakup semua aspek topik pada satu halaman, dengan ruang untuk pelaporan yang lebih mendalam dalam posting blog klaster. Dibuat dengan lebih rinci yang hyperlink mengarah kembali ke Konten pilar.

3. Menentukan gaya penyampaian konten

Setelah mendapatkan tema besar dan pilar sebagai panduan utama terkait apa yang akan disampaikan melalui konten, hal yang juga penting dalam perumusan konsep ini adalah menentukan bagaimana konten akan disampaikan secara konsisten. 

Namun hal ini perlu di kaitkan dengan gaya atau ciri khas dari target audiens yang ingin kita tuju. Contoh: Perusahaan yang menjual baju fashion untuk anak muda, akan lebih baik konten yang digunakan lebih fun, simple, young dan gaya bahasa yang santai serta mudah dimengerti.

Jika target audiens, ibu-ibu maka buat lebih informatif dan bersifat persuasif dengan kata-kata yang semi formal dan tentunya tidak bertele-tele, warna desain dan konsep desain pun harus di sesuaikan dengan gaya target audiens yang dituju.

Nah itu dia 3 langkah dalam menyusun strategi sebelum kamu melakukan kegiatan content marketing. Ikuti cara-cara diatas agar konten yang kamu sajikan dapat diterima baik dan tepat sasaran sesuai dengan target market yang kamu tuju.

Jika kamu kesulitan dalam membuat konten, SevenAds dapat membantu kamu memaksimalkan media sosial yang kamu gunakan untuk mempromosikan brand kamu melalui konten, digital marketing ataupun kolaborasi dengan influencer.

%d bloggers like this: