Kepo-in Yuk Bedanya UX Writer dengan Writer lainnya! | SevenAds

Sebagai pengguna aplikasi digital pasti kamu pernah menemui kata/kalimat/paragraf yang membantumu (user) untuk dapat melakukan apa yang ingin dilakukan. 

Dari tombol yang kamu ketuk untuk memeriksa hasil belanja online Anda hingga detail kata-kata terkecil di jendela pop-up yang muncul di situs web, ada seseorang di belakangnya yang mencoba memberikan kamu pengalaman yang baik ketika menggunakan aplikasi dan itu adalah UX writer

Seperti contohnya aplikasi Gojek, dengan UX writing seperti di bawah ini untuk memecahkan permasalahan karena butuh kendaraan untuk pergi ke suatu tempat namun server sedang ramai digunakan. 

Penulisan UX adalah praktik mendesain kata yang dilihat dan didengar orang saat berinteraksi dengan perangkat lunak. Ini tentang mendesain percakapan antara produk dan penggunanya. Seorang UX Writer harus dapat membantu user dalam memangkas proses yang rumit dan panjang hingga terasa mudah dan pendek. 

BACA JUGA: Mau jadi Content Writer? Pelajari Tipsnya, Yuk!

Apa perbedaan penulisan UX dengan jenis tulisan lainnya?

Penulisan UX adalah bentuk penulisan khusus karena konteksnya (perangkat lunak) dan lingkungan tempat pembuatannya (perusahaan teknologi). 

Penulisan (dan desain) UX harus dapat diakses oleh pengguna dengan kemampuan yang berbeda, sehingga setiap orang dapat memiliki pengalaman yang luar biasa, baik mereka menavigasi perangkat lunak dengan mata atau telinga mereka, baik mereka melihat warna tertentu atau tidak. 

Penulisan UX harus inklusif, agar tidak mengasingkan calon audiens.

Memilih kata yang tepat; Prinsip Penulisan UX (Apa yang harus dikatakan) + Suara Merek (Bagaimana Anda mengatakannya) = Penulisan UX yang menonjol. Jadi selain memastikan semua copy  jelas, ringkas, dan bermanfaat bagi pengguna, peningkatan penulisan UX bisa didapatkan dengan mencari tahu bagaimanakah brand voice dari suatu perusahaan. 

Ketika menjadi seorang UX Writer, kita harus mengenali emosi dari user yang akan hadir di dalamnya. UX Writer harus mendesain kata-kata yang digunakan untuk dapat merepresentasikan emosi/respon yang tidak seperti robot atau lebih manusiawi pada aplikasi. 

Jadi apakah kamu berminat untuk menjadi seorang UX Writer

%d bloggers like this: