KEEFEKTIFAN HUMOR DALAM BERBISNIS | SevenAds

Humor pada masa kini tidak hanya untuk hiburan atau lelucon semata, tetapi juga mulai digunakan dalam strategi berjualan. Tetapi seberapa efektif kah penggunaan humor dalam berbisnis? Mari kita ulas lebih dalam.

Mengemas Konten dengan Humor

Zaman sekarang, rata-rata masyarakat cukup skeptis dengan konten yang terlalu menunjukkan berjualan/ hard sell. Tetapi apabila cara berjualan itu dikemas dengan humor atau lelucon, maka audiens akan dengan senang hati menerima apa pun bentuknya, selagi mereka terhibur, walaupun sebenarnya apa yang mereka lihat itu adalah sebuah promosi. Dan akhirnya, audiens akan menerima pesan yang brand coba sampaikan.

Membangun Hubungan Lebih Dekat dengan Audiens

Menambahkan  humor pada konten promosi dapat membuat brand lebih mudah terhubung dengan para target audiens. Atau bisa dikatakan, humor mampu membuat brand lebih dekat dan relevan dengan masyarakat karena dekat dengan keseharian.

Membuat Audiens Menyebarkan Konten Promosi yang Dibalut dengan Humor

Ketika seseorang merasa terhibur saat melihat suatu konten, maka mereka cenderung membagikan konten tersebut di dalam sosial media mereka. Sehingga, sebuah konten lucu, jika “digunakan” dengan benar, akan meningkatkan kemungkinan untuk menjadi terkenal.

Audiens dapat Mengingat Pesan yang Disampaikan oleh Brand

Dengan menggunakan humor, masyarakat lebih mudah mengingat pesan dan siapa yang mengirimkan pesan. Sebuah humor yang ditempatkan dengan tepat dapat membuat brand menampilkan personality-nya dan akan membuat pesan yang disampaikan lebih sesuai dengan para audiens, serta menarik audiens untuk ikut terlibat pada perbincangan di dalamnya.

Walau demikian, konten humor yang tidak ditempatkan dengan baik dapat menjadi masalah apabila mulai keluar batas dan menyinggung. Berikut cara-cara agar dapat menempatkan humor dengan baik dalam konten promosi.

Humor Harus Sesuai Dengan Demografis Brand

Semua orang tahu bahwa humor bersifat subjektif. Apa yang dianggap lucu oleh generasi millennials, belum tentu dianggap sama oleh generasi sebelumnya. Dengan demikian, sebuah brand harus mengenal target audiens nya sehingga brand akan lebih mudah dalam membuat konten humor yang bisa meningkatkan engagement.

Masukkan Humor yang Relevan

Cara terbaik dalam menyajikan humor adalah dengan membuat lelucon yang didasari dari pengalaman yang sama.  Jadi kita tidak perlu khawatir untuk menyampaikan sebuah konten humor tentang kejadian umum yang terjadi di kehidupan sehari-hari.

Humor Harus Sejalan dengan Identitas Brand

Humor yang disajikan sebaiknya sesuai dengan promosi yang ingin dibuat agar tetap berkaitan dengan produk yang ditawarkan. 

Buat Humor dengan Sederhana

Humor yang disampaikan sebaiknya adalah humor yang sesederhana mungkin agar audiens dapat menangkap humor dan pesan yang ingin disampaikan dengan cepat dan tidak perlu berpikir keras.

Menambahkan humor dalam strategi bisnis adalah ide yang baik. Pasalnya, masyarakat senang dihibur dan akan merasa bahwa brand tidak serta merta berjualan, melainkan juga terlihat berusaha untuk dekat dan terhubung dengan audiens. Akan tetapi, jangan lupa untuk tetap menggunakan humor yang positf dan tidak melanggar aturan atau hukum yang berlaku ya.

%d bloggers like this: