Kamu Fresh Graduate dan Bingung Bekerja di Startup atau Konvensional? Wajib Pertimbangkan Ini! | | SevenAds

Kamu yang baru lulus kuliah kini dihadapkan dengan banyak pilihan, terutama soal pekerjaan mana yang akan kamu pilih untuk bekerja. Misalnya akan bekerja di startup atau kantor konvensional. Tidak sedikit dari generasi millenial yang mulai tertarik bekerja di startup karena beberapa faktor, namun tidak sedikit juga yang lebih memilih bekerja di kantor konvensional.

Nah, kira-kira apa aja sih bedanya bekerja di startup dan kantor konvensional? Mungkin beberapa poin dibawah ini bisa jadi pertimbanganmu dalam mengambil keputusan ya!

Waktu kerja

Kantor startup memang punya ciri khas yang unik dan punya jam kerja yang fleksibel. Misalnya, pegawainya dibebaskan memilih jam kerja dan tak ada waktu khusus atau aturan khusus jam kerja yang paten. 

Sedangkan, kantor konvensional menetapkan jam kerja paten yaitu jam 9 sampai 5 sore.

Struktur Organisasi

Pada perusahaan startup, hierarki cenderung rata. Meskipun ada posisi atasan dan karyawan, namun sekat di antara keduanya tidak terlalu mencolok. Staf bisa berkomunikasi antar divisi dan bahkan atasan. Dengan begitu, komunikasi di perusahaan startup berjalan dalam dua arah. Percakapan juga santai. Setiap ide dan gagasan akan dihargai karena dianggap sebagai aset penting perusahaan.

Sedangkan pada perusahaan konvensional, hierarki telah disusun secara formal sesuai budaya korporat. Pada setiap struktur karyawan terdapat posisi atasan yang menentukan batasan untuk menentukan sikap dan perilaku. Karyawan harus selalu patuh pada atasan. Karyawan juga tidak boleh sembarangan berkomunikasi dan berdiskusi antar divisi atau dengan senior di atasnya.

Baca Juga: Masa Pandemi Waktu yang Cocok untuk Berinvestasi
Baca Juga: Fresh Graduate, Ingin Cepat Mendapatkan Pekerjaan Melalui LinkedIn? Ini Tips Jitunya!

Hak-hak Karyawan

Kantor konvensional sudah memiliki aturan yang jelas mengenai hak-hak karyawan seperti gaji, bonus, dan tunjangan lainnya. Biasanya, besarnya gaji yang didapat karyawan di corporate tergantung pada lama bekerja dan jabatan yang dimilikinya sehinggan bagi orang yang baru bekerja biasanya masih mendapatkan gaji yang relatif kecil.

Sedangkan, di startup orang yang baru bekerja sudah bisa diberikan gaji dengan nominal yang cukup besar. Di startup biasanya juga memberikan gaji pokok yang besar bagi karyawannya. Memang tunjangan yang diberikan belum sebanding dengan tunjungan bagi pekerja di kantor konvensional. Namun, kenaikan gaji bagi karyawan startup lebih mudah didapatkan asal bisa dibuktikan dengan kemampuan dan hasil kerja yang bagus.

Jenjang Karir

Kesempatan bekerja dan jenjang karir yang jelas tentu akan menjadi daya tarik perusahaan bagi karyawannya. Di perusahaan startup, kamu akan bisa memiliki kesempatan berkarir yang lebih luas. Perusahan ini sangat terbuka jika kamu yang ingin belajar berbagai hal baru. Selain itu, kesempatan kenaikan jabatan juga cenderung lebih cepat.

Sedangkan di kantor konvensional sudah ada peraturan yang baku mengenai kesempatan dan jenjang karir. Hal ini menyebabkan sebagian besar karyawan sulit untuk mengembangkan diri. Kenaikan jabatan juga terjadi lebih lama dibandingkan dengan di startup.

Aturan Pakaian

Beberapa kantor konvensional menetapkan aturan berpakaian. Hari senin harus memakai pakaian model A, hari selasa sampai jum’at pun demikian. Aturan ini biasanya tak ditemukan pada Startup. Walau dengan catatan tidak semuanya.

Beberapa Startup membebaskan pekerjanya dalam berbusana. Yang penting penggunanya merasa nyaman saja. Bahkan kamu diperbolehkan untuk memakai kaos dan sendal jepit. Namun, tergantung kebijakan kantor.

Nahh, Bekerja di startup atau di kantor konvensional masing-masing memiliki keuntungan dan kerugiannya masing-masing. Kamu bisa pilih bekerja di perusahaan yang lebih cocok dengan skill dan karakter kamu. 

Jadi, sudah memutuskan untuk bekerja di startup atau di kantor konvensional?

Baca Juga: Jangan Sering Menggunakan Wajah Seseorang dalam Iklan, Ini Alasannya!
Baca Juga: Peran Penting Digital Marketing di Masa Pandemi

%d bloggers like this: