Kamu Berbisnis Melalui Instagram? Kenali Dulu Algoritma Intagram! | SevenAds

Brands pasti pernah mengalami engagement dan likes yang terbilang sedikit dibandingkan dengan jumlah followers, namun sulit mengetahui berapa banyak followers yang sebenarnya melihat post kita di Instagram. Hal ini dikarenakan feeds dan story Instagram tidak lagi kronologis, sehingga tidak semua post pada hari tersebut dapat dilihat.

Algoritma Instagram mampu membuat setiap digital marketer dan pemilik brand kebingungan karena keberadaannya. Awalnya perubahan algoritma Instagram ini mengubah feeds berdasarkan kronologis menjadi menampilkan akun-akun yang sering berinteraksi di awal feeds ketika pertama kali membuka aplikasi. 

Untuk itu, yuk pelajari algoritma Instagram agar konten yang kamu post selalu tepat sasaran dan efektif!

Algoritma Instagram tahun 2020

Julian K.Gutman, Product Lead of Instagram, dalam sebuah konferensi membocorkan bahwa Instagram pada tahun 2020 akan lebih banyak berkutat tentang engagement dan komunikasi. Secara rinci, ada 6 faktor utama yang mempengaruhi algoritma Instagram untuk posting pada feeds yaitu minat (interest), relationshiptimeliness, frekuensi, following dan usage (pemakaian). 

Namun, di tahun 2020 ini Instagram memiliki kebijakan algoritma yang baru seperti berikut ini: 

  1. Comment, like, share, dan view mempengaruhi posisi post-mu di feeds
  2. Interaksi palsu (bot) tidak dihitung
  3. Posting 30 menit pertama tidak mempengaruhi posisi di feeds
  4. Foto dan video memiliki posisi yang setara; tidak ada format yang diutamakan
  5. Setiap tipe account (personal atau bisnis) setara dan tidak ada tipe yang lebih diutamakan
  6. Panjang comment mempengaruhi besar engagement

Nah ada juga 5 faktor yang mempengaruhi algoritma di Instagram Feeds:

1. Waktu, Instagram selalu ingin menyajikan konten terbaru, sehingga yang menjadi pertimbangan adalah sudah berapa lama sebuah konten di-post.

2. Minat, Instagram memprioritaskan tipe post yang banyak di like, comment, atau save oleh pengguna.

3. Hubungan, melalui interaksi dari likes, tagged photos, dan DM.

4. Frekuensi Penggunaan, mengikuti frekuensi pengguna saat mengakses aplikasinya.

5. Following, jumlah following pengguna mempengaruhi jumlah post yang dilihat. Semakin banyak yang difollow maka semakin banyak opsi dan mengkurasi konten yang bisa disajikan untuk pengguna, sehingga pengguna tidak bisa melihat semua post dari aku yang di follow.

Lalu Apa yang Harus Kamu Lakukan?? 

Bagi para marketer ataupun pemilik brand dituntut menjadi lebih kreatif dalam menjalankan strategi social media terutama Instagram. Mengingat yang terpenting dari Instagram adalah soal engagement, frekuensi dan komunikasi.

Sehingga saran yang dapat kami berikan adalah memperbanyak konten engagement yang menarik minat audiens yang melihat untuk memberikan komentar, like dan save konten-mu sehingga algoritma kamu naik dan menjadi top konten di feeds para audiens-mu.

Kamu juga harus sering dan konsisten mempostin sehingga semakin besar kemungkinan audiens melihat dan terlibat dengan konten-mu. Serta memperhatikan waktu yang pas untuk memposting konten kamu. Rekomendasi waktu yang tepat untuk memposting konten kamu adalah sebagai berikut:

Nahh, hari ini kamu sudah belajar tentang algoritma Instagram. Pahami ulasan diatas dan mulailah menerapkan strategi yang baru dan tepat sasaran agar kamu mampu mengait audiens lebih banyak lagi melalui kontenmu di Instagram.

Jika kamu bingung dan pusing dalam membuat konten di Instagram, kamu dapat menghubungi kami disini. Kami akan dengan senang hati membantu anda meng-handle social media anda untuk mendapatkan audiens yang lebih banyak.

%d bloggers like this: