Influencer, KOL, dan Buzzer? Hmm, Pakai Yang Mana ya? | SevenAds

Ingin mempromosikan brand dengan bantuan siapa yaaa? Influencer, KOL, atau Buzzer ya? Mengingat banyaknya lapangan pekerjaan baru yang muncul seperti Influencer, Buzzer hingga Endorser, membuat banyak orang bingung dan bertanya-tanya, bukankah ketiganya sama aja, ya?

Nah, untuk menjawab kebingungan kalian, kali ini kita akan menjelaskan perbedaan dari masing-masing pekerjaan tersebut. Catat, nih!

KOL

Orang yang memang mempunyai credential di segmen tersebut dan biasanya adalah praktisi. KOL juga tidak melulu aktif di sosial media, bahkan beberapa KOL lebih fokus pada aktivitas di dunia nyata. KOL lebih efektif untuk meningkatkan brand awareness. 

Hal ini karena rekomendasi dari KOL yang merupakan seorang ekspertis, akan dipercaya oleh target market sebagai sebuah pernyataan yang valid. Contoh dari KOL Misalnya Chef Juna, dan Deddy Corbuzier.

Influencer

Personal yang bisa mempengaruhi orang lain untuk melakukan sesuatu. Mereka punya power di community mereka. Dan tidak terbatas hanya karena jumlah followers. Lebih kepada punya power “menggerakkan” orang lain.

influencer biasanya lebih efektif untuk meningkatkan penjualan. Hal ini karena jumlah followers dari para influencer yang begitu banyak, sehingga saat Brand mempercayakan mereka untuk mempromosikan Brand tersebut, para followers akan langsung terpancing untuk melakukan proses pembelian.

Baca juga: 5 Tools Ini Bisa Bongkar Hashtag yang Lagi Trending!

Para Influencer enggak diharuskan mengerti betul mengenai produk tersebut sehingga bisa mempengaruhi banyak orang. Namun, sekarang udah banyak dari mereka yang memilih untuk mengerti soal produk tersebut sekaligus mengedukasi para followers-nya.

Mereka, secara nggak langsung mempengaruhi followers-nya untuk membeli atau memakai produk yang sama dengan cara membagikan cerita mengenai pengalaman mereka tentang suatu produk. Yang terpenting adalah cara mereka meyakinkan para followers juga beragam, mulai dari foto, video, hingga review unik untuk para audiens mereka.  

Buzzer

Orang-orang yang memang biasanya digunakan untuk buzzing sesuatu. Men-trendingkan suatu topik dan lebih cocok digunakan di platform Twitter atau Instagram. Cara kerja Buzzer adalah dengan menyampaikan serangkaian informasi dengan cara berulang-ulang. Ada waktu yang ditentukan untuk kapan mereka bisa menyampaikan informasi tersebut.

Banyak informasi yang bisa disampaikan oleh para Buzzer, misalnya seperti makanan, pakaian, lokasi wisata, sampai isu politik. Buzzer nggak harus meyakinkan para followers-nya, tugas mereka hanya menyampaikan informasi sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan apakah nantinya para followers akan tertarik atau enggak. Buzzer hanya bertugas membuat para pengikutnya aware dengan informasi yang terus diberikannya tersebut.

Baca juga: Daripada Buang-Buang Uang, Perhatikan Hal Ini Untuk Mengatur KOL Budget-mu!

Nah, jadi sudah tau kan bedanya?

Kamu ingin bekerja sama dengan Influencer, Buzzer, atau KOL? Tenang, SevenAds bisa bantu kebutuhanmu! SevenAds Indonesia adalah sebuah digital agency yang menyediakan social media management, digital marketing, influencer marketing, branding, dan creative & design. Jadi, tunggu apa lagi? Mari hubungi kami disini untuk konsultasi gratis!

%d bloggers like this: