Digital Marketing melalui Tiktok dapat meningkatkan penjualan produk | SevenAds

Tiktok platform yang mendukung srategi digital marketing ini  tidak mau disebut dengan media sosial sudah sangat digemari di hampir seluruh masyarakat Indonesia bahkan Tiktok sendiri sudah menjadi media promosi yang mulai sering digunakan, bahkan oleh merek – merek terkenal di Dunia.

Tercatat Samsung, Guess dan BMW telah menggunakan pemasaran TikTok untuk mengaktifkan kehadiran merek online mereka dan hasilnya sangat luar biasa. Memasuki akhir tahun 2019 TikTok menjabarkan sejumlah pencapaian di Indonesia.

hingga akhir tahun 2019 mengklaim telah banyak digunakan oleh kreator konten dari gen-z, milenial, hingga pemerintahan. Kominfo dan Dinas Pariwisata di Indonesia pun mengakui telah menggunakan platform TikTok untuk mempromosikan kegiatan mereka hingga melakukan interaksi dengan masyarakat umum. 

Hal yang membuat Tiktok mampu meningkatkan penjualan produk adalah dengan video yang masuk fyp atau explore orang lain dikarenakan video yang dibuat oleh konten kreator itu selalu dilihat berulang kali atau sampai habis oleh audience yang membuat video tersebut masuk ke explore orang-orang sehingga membuat orang tertarik untuk melihat produk yang ditawarkan seperti misalnya seorang konten kreator yang di endorse pakaian dari online shop ketika video itu masuk fyp sudah sangat dipastikan baju yang dikenakan penjualan dari online shop baju tersebut akan meningkat. 

Semakin kekinian dan semakin unik barang yang dipromosikan maka penonton akan semakin tertarik untuk membeli seperti contohnya @Thenoobartist salah satu online shop baru yang menjual DIY hand casting pertama di Indonesia dengan waktu 5 menit saja barang dagangan @thenoobartist langsung sold out dalam sekejap karena Tiktok yang membuat barang ini viral. 

Baca juga https://www.sevenads.id/fakta-fakta-menarik-aplikasi-tiktok/

Data rate portal juga menyebutkan bahwa 41% pengguna TikTok adalah praremaja, remaja dan dewasa muda (antara 16-24 tahun) dan mereka adalah audiens yang sempurna untuk pemasaran TikTok dan yang jelas adalah pemasaran yang potensial bagi sebuah produk. Remaja di usia 14-18 tahun secara alami lebih memiliki kecenderungan sifat konsumtif dibandingkan dengan usia yang lebih tua.

Dibandingkan dengan kebutuhan, remaja membeli barang karena mereka menginginkannya. Selain itu, sebagian besa pengguna media sosial adalah praremaja dan remaja yang memiliki minat tinggi dan akses yang cukup mengerti dalam jejaring sosial. Daripada memilih untuk menjadi platform plin-plan yang berusaha keras untuk menjangkau audiens yang lebih luas, TikTok mencoba langkah berani dan lebih memilih untuk mengoptimalkan fitur mereka untuk audiens yang lebih spesifik yang masih remaja

%d bloggers like this: