Menggunakan emoji di caption Instagram memang merupakan jalan pintas dari kalian yang suka bingung mau tulis apa sebagai caption. Terlepas dari Instagram pribadi, saat ini banyak brand dan perusahaan yang juga menggunakan emoji pada caption Instagramnya untuk menyampaikan emosi tertentu terhadap postingan mereka dengan tujuan meningkatkan kepercayaan audiens terhadap brand. Karena popularitas emoji, banyak brand dan perusahaan yang ingin menunjukan pada konsumen bahwa mereka juga relevan dan mengikuti perkembangan trend yang ada.


Cara menggunakan emoji yang paling mudah adalah dengan memasukkannya kedalam media sosial atau email marketing. Mengutip dari Campaign Monitor, 56% email yang menggunakan emoji ternyata lebih banyak dibuka lhoo. Jadi dapat dikatakan bahwa emoji dapat menarik perhatian pembacanya. Studi kasus yang dilakukan oleh SocialMediaToday.com juga menjelaskan bahwa brand yang menggunakan emoji cenderung lebih banyak mendapatkan interaksi di post mereka dibandingkan brand yang tidak menggunakan emoji. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan emoji dapat mempengaruhi engagement guys!


Nah, kamu bisa banget pakai emoji untuk meningkatkan performa online marketing sekaligus menjaga hubungan dengan audiens. Saat ini terdapat banyak sekali emoji dan cara termudah untuk menyisipkannya adalah dengan memasukkannya pada kalimat yang kalian tulis. Penggunaan emoji juga bisa membuat sebuah kalimat lebih ‘hidup’. Namun, kamu juga harus memastikan bahwa kamu tidak berlebihan dalam menggunakan emoji. 


Cara Menggunakan Emoji Secara Efektif


Penggunaan emoji haruslah seimbang dan tidak berlebihan. Pastikan audiens tetap fokus pada pesan yang ingin disampaikan, jadi kamu bisa memilih jenis emoji mana yang paling cocok untuk digunakan sesuai dengan konteks dari kalimat itu sendiri. Hindari penggunaan emoji yang tidak sesuai atau diluar konteks untuk menghindari adanya perbedaan pemahaman. 


Selanjutnya, kamu bisa menyesuaikan penggunaan emoji dengan persona brand kamu. Pada dasarnya, emoji dapat memberikan sentuhan menarik karena warna dan bentuknya yang mencolok. Maka dari itu, kamu tetap harus menyesuaikan emoji yang digunakan dengan persona brand agar karakter dan branding yang ingin ditampilkan selalu konsisten. Seperti contoh, kalau kamu memiliki brand kosmetik kecantikan dengan target audiens wanita, kamu bisa menggunakan emoji yang lebih feminim dengan bentuk yang manis dan warna yang terang. Penggunaan emoji untuk brand otomotif dengan target audiens laki-laki tentu akan berbeda dan cenderung lebih ‘manly, dan didominasi warna yang gelap. 


Penggunaan emoji ternyata bisa membantu meningkatkan strategi digital marketing nih guys. Nah, kalau kamu masih bingung dengan manajemen media sosial dan strategi digital marketing yang cocok untukmu, kamu bisa langsung klik kontak di website ini atau email ke [email protected] yaa~