Bisnis Paling Ampuh Melalui E-Commerce atau Social Media? | SevenAds

Di dunia yang kini serba digital, rasanya sudah tidak sulit lagi dalam melakukan segala hal. Hanya bermodalkan jaringan internet, segala kegiatan manusia dapat dilakukan kapan dan di mana saja.

Dari mulai memesan makanan, mengerjakan tugas-tugas, hingga membeli segala macam jenis barang pun dilakukan dengan menggunakan internet. Bahkan, dengan adanya media sosial dan e-commerce, kegiatan berbisnis kini semakin mudah.

Dilansir dari laman Akurat.co, terhimpun data dari McKinsey & Company, dari 30 juta pembeli dengan total omset mencapai Rp114,4 triliun, didominasi dengan transaksi e-commerce yang mencapai Rp71,5 triliun dan transaksi melalui media sosial sebesar Rp42,9 triliun. 

Meskipun begitu, ada beberapa kelebihan dan kekurangan di antara keduanya. Berikut adalah deretan kelebihan dan kekurangan dalam menggunakan e-commerce dan media sosial ketika berbisnis.

Baca juga: Lebih Efektif Google Ads atau Facebook Ads? Ini Jawabannya!

Baca juga: Serupa Tapi Tak Sama! Inilah Perbedaan Reseller Dengan Dropshiper

Komunikasi Antara Penjual dan Pembeli

Illustration of social media concept Free Vector

Dari segi komunikasi, berbisnis di media sosial mungkin menjadi opsi yang lebih baik. Pasalnya, komunikasi antara penjual dan pembeli melalui media sosial terbilang lebih private. Meskipun kini e-commerce telah menerapkan hal yang sama, namun belum berjalan maksimal.

Kredibilitas Penjual

Five star grading. evaluation, rating, estimating. excellent review, customer satisfaction with service, highest score. client feedback concept illustration Free Vector

Berbeda dengan media sosial, e-commerce memiliki rating pada tiap toko penjual. Hal ini dapat memudahkan pembeli dalam memilih penjual yang kredibel. Akan tetapi, hal ini kembali lagi pada selera pembeli dalam memilih sebuah produk.

Distribusi Produk

Characters of people holding a blockchain network Free Vector

Perbedaan yang cukup mencolok antara e-commerce dan media sosial adalah proses pengiriman barang. Jika di media sosial pembeli harus melampirkan data diri berupa alamat dan nomor telepon, di e-commerce tidak perlu. 

Di e-commerce, pembeli hanya sekali saja mencantumkan alamat dan nomor telepon ketika login pertama kali. Selain itu, proses pengiriman barang di e-commerce dapat terdeteksi melalui sistem, sedangkan di media sosial pengiriman barang terbilang kurang transparan.

Masih ada beberapa kelebihan dan kekurangan lainnya. Namun, tiga poin di atas merupakan perbedaan yang paling mencolok antara e-commerce dan media sosial. Jadi, kamu pilih yang mana?

Kalau masih bingung untuk membangun bisnismu, kamu bisa konsultasikan bisnismu dengan cara klik di sini

%d bloggers like this: