Belajar Marketing dari Teknik Bulla-Bulla, Berantakan Malah Jadi Cuan? | SevenAds

Kalau pergi ke pusat perbelanjaan, seperti mal, supermarket, dan lainnya, apa yang akan pertama kali menarik perhatianmu? Diskon? Atau barang yang memiliki harga termurah? 

Nah, ada berbagai macam taktik penjualan yang diterapkan di pusat perbelanjaan. Diskon merupakan salah satu tekniknya. Namun, apakah kamu tahu teknik marketing lain yang kerap kamu jumpai di mal? Yaps, it’s time to get to know more about “Bulla-Bulla”! 

Baca juga: Ingin Menerapkan Social Marketing? Perhatikan 4P + 4P!

Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar nama bulla-bulla? Makanan? atau mainan anak-anak? No! Bulla-bulla merupakan salah satu teknik marketing yang sering diterapkan, tetapi kamu tidak menyadarinya bukan?

Sering tumpukan produk berantakan yang diletakkan dalam satu keranjang besar di pusat perbelanjaan? Nah, itu adalah teknik bulla-bulla. Teknik marketing yang satu ini memang sengaja membuat produk berantakan di satu keranjang untuk membuat ‘jebakan’ ke pembeli.

Baca juga: Tips Marketing Untuk Penjualan Produk Jasa!

Dalam teknik yang satu ini, produk akan dicampur aduk dan ditumpuk sehingga memberikan kesan ‘Masih banyak nih barangnya, jangan khawatir, kamu masih bisa cari di bagian dalamnya!’. Dengan kesan yang dihasilkan itu membuat para pengunjung akan lebih kepo dan melakukan pembelian secara impulsif. 

Selain itu, barang yang sengaja di tumpuk dalam satu keranjang itu juga akan memberikan kesan bahwa produk tersebut memiliki harga yang murah atau terjangkau. 

Dalam teknik marketing yang satu ini membuat seseorang merasa ‘menemukan’ sesuatu yang tak terduga di bagian dalamnya. Ketika seseorang menemukan barang yang tak terduga tersebut, akan membuat seseorang merasa ‘beruntung’. Bahkan, dengan perasaan beruntung tersebut, tubuh pun akan menghasilkan zat dopamine yang akan menimbulkan rasa bahagia. 

Nah, tanpa kita sadari, ternyata teknik bulla-bulla sering kita jumpai di keseharian kita bukan? Kira-kira bisa gak ya bisnismu menerapkan teknik yang satu ini? Jika ragu, yuk konsultasikan dengan kami dengan cara klik di sini.

%d bloggers like this: